DETAIL BERITA
UMKM

Kunjungan Tim Sadulur SBM ITB ke Sulawesi Tengah untuk Memperkuat Ekosistem Tenun Donggala

Kunjungan Tim Sadulur SBM ITB ke Sulawesi Tengah untuk Memperkuat Ekosistem Tenun Donggala

Tim peneliti Sadulur dari Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) melaksanakan rangkaian kegiatan di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Kunjungan ini merupakan bagian dari penelitian “Soft Systems Thinking in Strategic Empowerment of Creative Economy by Utilizing Indigenous Intellectual Property through Service Science Perspective” yang diketuai oleh Ibu Santi Novani, S.Si., M.T., Ph.D., dengan dukungan hibah riset The Asahi Glass Foundation. Dua agenda utama dalam kunjungan ini adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Focus Group Discussion (FGD) mengenai ekosistem Tenun Donggala.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama

Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara SBM ITB dan Universitas Tadulako pada Senin, 10 Agustus 2026. PKS ini menjadi payung kolaborasi kedua institusi dalam riset dan pemberdayaan ekonomi kreatif daerah, khususnya pengembangan UMKM serta pelestarian kekayaan intelektual lokal Sulawesi Tengah melalui platform kolaborasi Sadulur. Dengan menggandeng akademisi setempat, riset yang dilakukan diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat serta pemangku kebijakan di Sulawesi Tengah.


Gambar 1 Suasana FGD bersama Sekda Kabupaten Donggala dan para pemangku kepentingan Tenun Donggala


Gambar 2 Prosesi penandatanganan PKS antara SBM ITB dan Universitas Tadulako

FGD Ekosistem Tenun Donggala Bersama Sekretariat Daerah Kabupaten Donggala

Pada Selasa, 11 Agustus 2026, tim melaksanakan FGD bersama jajaran Sekretariat Daerah Kabupaten Donggala yang dihadiri oleh Dinas Perindustrian selaku pembina Tenun Donggala, budayawan dan penulis, akademisi Universitas Tadulako, serta para pegiat tenun. FGD dilaksanakan dengan pendekatan Soft System Methodology untuk memotret permasalahan ekosistem Tenun Donggala secara utuh dari berbagai sudut pandang aktor.

Diskusi mengangkat sejumlah temuan penting. Jumlah penenun menurun dari lebih dari 400 orang menjadi sekitar 200 orang di lima kecamatan pascabencana, dengan mayoritas penenun berusia di atas 45 tahun dan minimnya regenerasi dari generasi muda. Menenun umumnya masih menjadi pekerjaan sampingan dengan tingkat kesejahteraan yang rendah. Selembar kain yang dikerjakan berminggu-minggu hanya dihargai jauh di bawah nilai jualnya di pasar, yang dapat mencapai jutaan rupiah hingga ke mancanegara. Peserta juga menyoroti belum berpihaknya sejumlah kebijakan daerah, mulai dari pemanfaatan fasilitas produksi yang belum optimal hingga imbauan penggunaan batik bagi ASN yang menggeser posisi tenun lokal.

Di sisi lain, Tenun Donggala sesungguhnya memiliki modal yang kuat. Kain ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) sejak tahun 2015, telah memiliki sertifikat Indikasi Geografis (IG) yang memuat ribuan motif, serta telah terbentuk asosiasi tenun sejak 2024. Forum menyepakati bahwa penguatan story telling atau narasi sejarah motif, perlindungan kekayaan intelektual komunal, pemasaran digital, serta kolaborasi antara pemerintah, BUMN, swasta, akademisi, dan kelompok pengrajin menjadi kunci agar Tenun Donggala naik kelas dan menyejahterakan penenunnya. Desa Towale yang telah dicanangkan sebagai Desa Tenun sejak 2021 disepakati menjadi titik fokus penguatan ekosistem.

Sadulur sebagai Platform Ko-Kreasi

Menutup diskusi, Ibu Santi Novani selaku ketua tim peneliti Sadulur menyampaikan bahwa seluruh masukan para aktor akan menjadi dasar proses co-creation, dan platform Sadulur akan dikembangkan sebagai ekosistem awal yang mempertemukan pengrajin, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan akademisi. Senada dengan itu, perwakilan SBM ITB menegaskan bahwa kolaborasi membutuhkan orkestrator, dan SBM ITB siap mendukung dari sisi teknologi, riset, serta pengembangan kapasitas agar Tenun Donggala dapat lestari sekaligus mendunia.


Gambar 3 FGD antara SBM ITB dengan Peserta Sekda Kabupaten Donggala

Berita Selanjutnya

Partners

Partner logos