DETAIL BERITA
UMKM

FGD Platform Sadulur Bersama Dinas KUK Jawa Barat dan Pelaku UMKM untuk Mendorong UMKM Naik Kelas

FGD Platform Sadulur Bersama Dinas KUK Jawa Barat dan Pelaku UMKM untuk Mendorong UMKM Naik Kelas

Tim peneliti Sadulur SBM ITB menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) platform Sadulur.id pada Senin, 29 Desember 2025, yang dihadiri oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat serta para pelaku UMKM binaan. FGD ini menjadi ruang temu antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha untuk mendemonstrasikan platform sekaligus menjaring masukan langsung dari para pemangku kepentingan, guna mematangkan platform kolaborasi yang telah dikembangkan sejak tahun 2020.

Sinergi Akademisi dan Pemerintah untuk UMKM

Mewakili Kepala Dinas KUK Jawa Barat, Kepala Bidang Koperasi Bapak Supriyadi menyampaikan apresiasi atas inisiatif SBM ITB. Ia memaparkan besarnya potensi sekaligus tantangan UMKM dan koperasi di Jawa Barat, mulai dari jutaan pelaku UMKM hingga puluhan ribu koperasi termasuk ribuan Koperasi Merah Putih yang tengah disiapkan, dan menegaskan bahwa tugas pembinaan tidak dapat dijalankan pemerintah sendirian. Dinas memandang Sadulur sebagai langkah penting dan relevan, khususnya untuk mendorong digitalisasi UMKM di sektor kuliner, fesyen, dan kerajinan, serta sebagai instrumen pendukung kebijakan berbasis data.

Dari sisi akademik, perwakilan SBM ITB menegaskan komitmen institusi untuk menghadirkan penelitian yang berdampak. Sadulur dikembangkan sebagai platform kolaborasi antara UMKM, pemerintah daerah selaku pembuat kebijakan, dan peneliti universitas. Ke depan, platform ini diharapkan menjadi pusat data UMKM yang memungkinkan kebijakan diuji dan disimulasikan berbasis data sebelum diterapkan, sekaligus mengukur dampak program pembinaan terhadap kinerja UMKM, sehingga pertanyaan mendasar apakah UMKM kita benar-benar naik kelas dapat terjawab.

Demo Website Sadulur.id

Pada sesi paparan, ketua tim peneliti Sadulur Ibu Santi Novani, S.Si., M.T., Ph.D. bersama tim mendemonstrasikan langsung website Sadulur.id. Platform ini telah memuat profiling lebih dari 21 ribu data UMKM Jawa Barat yang diperoleh dari Dinas KUK, dilengkapi peta persebaran per wilayah dan sektor usaha, katalog produk, daftar instruktur, hingga testimoni. Alur penggunaannya dirancang sederhana. Pelaku UMKM melakukan registrasi, mengisi profil usaha, mengikuti asesmen awal (pre-test) untuk mengetahui level usahanya, memilih aspek yang ingin dilatih melalui modul pembelajaran keuangan, pemasaran, operasional, dan inovasi, lalu mengikuti post-test untuk mengukur peningkatannya. Hasil asesmen ini juga membuka peluang kerja sama dengan perbankan agar penyaluran pembiayaan lebih tepat sasaran.

 

Dialog dengan Pelaku UMKM

Sebagaimana tujuan utama FGD, sesi diskusi berlangsung hangat dan menghasilkan banyak masukan. Para pelaku UMKM menyambut baik rencana pengembangan micro coaching berupa pendampingan satu per satu pada aspek spesifik seperti penjualan daring, serta kebutuhan akan data pasar dan kompetitor. Hadir pula memperkenalkan diri sejumlah UMKM binaan, di antaranya Kakule (dendeng kemasan siap saji), ANT Project dari Cibaduyut (fesyen dan tas), serta Alhar (neon custom). FGD ditutup dengan komitmen bersama seluruh pihak untuk terus menyempurnakan Sadulur hingga siap diluncurkan secara luas dan menjadi pusat pengembangan UMKM dan koperasi di Jawa Barat.

Berita Selanjutnya

Partners

Partner logos